Rabu, 04 Mei 2011

BAHASA URDU dan HINDI

Urdu adalah bahasa Indo-Arya yang dominan digunakan sebagai bahasa nasional Pakistan, meski juga merupakan paduan dan saling terkait dengan bahasa Hindi yang banyak digunakan di India. Bahasa Urdu boleh dikatakan sebagai bahasa ‘campuran’, ini tak lain karena dalam beberapa kosakata yang terdapat didalamnya, bersumber dari bahasa Parsi, Arab dan Hindi. Kendati demikian, Antara Urdu dan Hindi terkadang berbeda sebutan dalam hal kosakata (meski artinya tetap sama dan bersumber dari bahasa sanskerta) dan perbedaan ini teruratama disebabkan karena faktor dialek, dimana orang-orang India yang menjadikan Hindi sebagai bahasa utama menggunakan dialek Khaari Boli atau juga dikenal dengan dialek Hindustan. Sementara Urdu sebagai bahasa utama Pakistan, yang juga banyak dipengaruhi unsur kosakata bahasa Parsi dan Arab, dalam dialek tentu lebih kental nuansa Parsi-Arabnya.

Perbedaan itu juga ditentukan pada sistem penulisan, yaitu Bahasa Hindi menggunakan karakter Devanagari (sansekerta) sedangkan Bahasa Urdu memakai sistem penulisan Arab-Persia dengan penambahan pada huruf-huruf tertentu serta ditulis melalui sistem Nastaliq. Dengan demikian, apa yang tertulis dalam kalimat/huruf Hindi, pasti berbeda penulisan atau kalimat pada bahasa Urdu.

Penutur Urdu juga banyak digunakan di Afganistan, Bahrain, Bangladesh, Botswana, Fiji, Jerman, Guyana, India, Malawi, Mauritius, Nepal, Norwegia, Oman, Qatar, Arab Saudi, Afrika Selatan, Thailand, Uni Emirat Arab, Inggris dan Zambia.

KOSAKATA URDU DAN HINDI :

Berikut saya mencoba menuliskan kosakata Urdu-Hindi yang saling terkait berdasarkan pengelompokan jenisnya :

NAMA-NAMA HARI  : (Bagian I)

Hari = din / yom
Hari = din / aayaam
Dalam dua hari = Do men din
Kemarin dulu =Parson
Hari ini = AaJ
Kemarin = kal (guzraa hoova)
Besok = kal (aane waalaa)
Minggu = haftah
Hari minggu ini: = hafte ke din

Sabtu = haftah --------------------=Shaniwar (Hindi)
Minggu = itvaar--------------------=Raviwar/Itwar (Hindi)
Senin = peer-----------------------=Somwar (Hindi)
Selasa = Mangal-------------------=Mangalwar (Hindi)
Rabu = budh------------------------=Budhawar (Hindi)
Kamis = jumeraat------------------=Guruwar (Hindi)
Jumat = jumaa---------------------=Shukrwar (Hindi)

Bulan = Mah / maheenah
Bulanan = mahaanah

Bulan berikutnya  = maheene agle
Bulan lalu = maheene pichle
Tahun = Saal
Tahunan = saalaanah
Tahun depan = Saal agle
Tahun lalu = Saal pichle

Satu tahun = ek Saal
Dua tahun = do Saal
Sepuluh tahun = das Saal
Dalam sepuluh tahun = Men saaloon das

Sebelum dua tahun = do pahle Saal
BILANGAN DASAR (Bagian 2)  :

1 =Ek               11 = Ek Giaraah           21 = Ek Is                  Cass/Dus (Hindi) = 10
2 =Do /du         12 = Baraah                22 = Ba Is                  Ek Sau                 = 100           
3 = Teen          13 = Teraah                23 = Te Is                   Ek Hazaar            = 1.000        
4 = Char           14 = Chaudaa             24 = Cha Kis               Ek Lakhs             = 100. 000
5 = Paanch       15 = Bandra                25 = Paanch Chis         Ek Crore              = 1. 000. 000
6 = Chey          16 = Solaah                26 = Chao Bis              Dus Crore            = 10. 000. 000
7 = Saat           17 = Saatraah             27 = Saath Is              Sau Chrore          = 100. 000. 000
8 = Aat             18 = Aatrah                28 = Aatt Is                 Hazaar Crore       = !.000.000.000
9 = Nao/nu       19 = Unees                 29 = Nao Is
10= Cass/Dus   20 = Bees                   30 = Tel Is
BUAH-BUAHAN  & SAYURAN : (BAGIAN 3)

Aam = mangga
Jamun = jambolana
MaalTa = jeruk
Kela = pisang
Annan-Naas = nanas------=Ananas (Hindi)
Semangka = tarbooz
AaRoo = persik
Anaar = delima
Ganna = gula tebu
Aangoor = anggur---------= Anggur (Hindi)
LeemooN = lemon
Melon = Kharbooz
Papita = pepaya
Nashpati = pir
Amrood = jambu biji
Sangtra = jeruk keprok
Injeer = ara
Shareefa = custard apel
Naariyal = kelapa
Paani Naariyal = Jus Kelapa
Timun = Kakdi
Matar = Kacang Polong
Bhindi = BhindiyaaN '
Gobii = kubis
PhaliyaaN '= kacang
Shimlamirch = capsicum
Kheera = mentimun
Torii = cukini
Kaddu = labu
TimaTar = tomat
Shakkar = gula -------= Chini (Hindi)
Pyaaz = bawang =---= Piyaz (Hindi)
Palak = bayam
Karela = labu pahit
Gajar = wortel--------- Gazar (Hindi)
KaRvaa = pahit
Meeta = manis----------------= Mitha (Hindi)
MiTayii = manis
Sorbet = jus
SabziyaaN = sayuran------= Sabjiyan (Hindi)
Pahit  = Kadwa – Pedas = Tikha.
gu
Namak = garam
Anardana pomogranate = biji kering
Adrak = Jahe
Bhindi = Ladyfinger / Okra
Baigan = Terong----------------=Began (Hindi)
Besin = Chick Pea Tepung
Bhagar = Temper
Gobi = Kubis
Chukundar = Bit
Channa = Chick kacang
Dhuniya = Ketumbar--------= Dhaniya (Hindi)
Daal = miju-miju
Daal cheeni = Cinnamon
Gobi = Kubis bunga-------=Phool Ghobi (Hindi)
GaihoN = Gandum
Haldi = Kunyit
Hari mirch = cabe rawit
Piyaz hari = Daun bawang
Imli = Asam
Illaichi = Kapulaga
Jaifal = Pala
Rahang = Barley
Mirch kaali = lada--------------= Mirch (Hindi)
Kaddoo = Labu-----------------= Kaddu (Hindi)
Kalonji = Bawang biji
Kalaiji = Hati
Lasun = Bawang putih
Laung = Cengkeh
Methi = Fenugreek
Matar = Peas
Maida = Putih tepung
Mooli = Lobak-----------------= Muli (Hindi)
Palak = Bayam
Piyaz = Bawang – Bawang Putih = Lahsum
Podina
Tez path = daun murbay
Timater = Tomat--------------=Tamatar (Hindi)
Bersambung.......








Selasa, 03 Mei 2011

HIKMAH (2)

SANG PENAKLUK
Tahukah anda siapa tokoh dibalik sejarah tentang penaklukan Konstantinopel ? Dia adalah Sultan Muhammad Al Fatih, Sang Penakluk yang dijuluki 'Singa Hijau'. Beliau adalah ksatria sejati, mapan dalam menyusun strategi dan sangat lihai dalam memimpin bala tentaranya.Namun tahukah anda bahwa sehari sebelum penaklukan itu, dia telah memerintahkan kepada pasukannya untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, mereka melaksanakan sholat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan dari Allah SWT. Salah satu Do'a beliau yang cukup dikenal :

" Ya Allah Ya Rabbi, jika Engkau memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami yang terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian...Namun sebelum itu, di ujung malam ini, Engkau telah temukan kami yang  berada dalam kehidupan, kehidupan dengan menghidupi malam kami sambil bermunajat kepada-Mu...".

HIKMAH (1)

MENGAPA BAYI MENANGIS SAAT LAHIR KEDUNIA

Seorang ibu tentu akan merasa senang ketika mendengartangisan pertama kali sang buah hati saat dilahirkan. Karena ini menjadi bukti bahwa sang bayi lahir dengan selamat. Rasa sakit di detik-detik perjuangan saat melahirkan seolah pupus sudah tatkala sang Ibu melihat bayi mungil yang keluar dari rahimnya menangis dengan keras. Inilah satu-satunya tangisan seorang bayi yang tidak pernah membuat sang Ibu manapun merasa kesal, sedih atau bahkan marah, namun sebaliknya senyum simpul dan rasa lega yang terpancar pada wajah sang ibu seakan menggambarkan rasa bahagia menyambut kedatangan sang buah hati.

Telah menjadi ketetapan bahwa setiap bayi yang lahir pasti menangis, kecuali bayi yang lahir tanpa ruh didalamnya, atau telah meninggal ketika dalam konten. Tapi tahukah mengapa bayi yang lahir selalu menjerit menangis ?.

Islam  mampu menjawab setiap pertanyaan ini dari sudut pandang Al Qur'an dan Sunah. Sebagai Muslim tentu kita harus percaya akan setiap konten yang ada di dalam al Qur'an dan as Sunah. Karena al Qur'an dan Sunah adalah satu-satunya pedoman dan sumber hidup yang mampu mengabarkan serta mengungkap perihal hal-hal yang gaib, jadi tidak ada salahnya Islam menjawab semua pertanyaan ini . Tidaklah manusia mengetahui tentang hal-hal yang gaib kecuali sedikit .

Seperti yang saya kemukakan di atas bahwa setiap bayi yang lahir ke dunia selalu di tandai dengan suara tangis, berdasarkan hadist Nabi saw yang disampaikan oleh Ibnu Abbas , ia berkata " Tidak ada seorang anak yang lahir, kecuali ia menangis .... "(HR. Ad -Darami). Tentunya bayi di sini adalah bayi yang lahir dengan ruh yang masih menancap di tubuh si bayi. Hanya Maryam dan anaknya, nabi Isa, saja yang lahir dengan tidak disertai tangisan seperti umumnya bayi yang sedang lahir. Bukankah Allah Maha Besar atas segala sesuatu.

Sejak pertama kali kita menatap dunia ini, menghirup nikmatnya udara di dunia ini, setan ternyata telah berupaya mengoda kita. Mereka menggoda kita agar senantiasa menjauhi ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi saw. Rasulullah pun tak lepas dari berbagai tipu muslihat setan yang selalu menyertainya, bedanya Rasulullah ada yang selalu melindungi, yaitu Allah Ta'ala, sehingga ia senantiasa terhindar dari tipu daya setan. Terus apa hubungannya antara setan yang mengikuti bayi sejak lahir dengan tangisan mereka saat dilahirkan?.

Tentu ada hubungannya, usut dan diusut, ternyata bayi-bayi itu menangis disebabkan karena mereka ditikam oleh iblis laknatullah, tepatnya dibagian perut mereka, dan ini tidak dapat dilihat oleh manusia secara kasat mata, tapi dapat di rasakan oleh sang bayi sehingga mereka merasa sakit dan akhirnya menangislah bayi tersebut.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah , ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah bersabda, 'tidak ada seorang anak Adam yang lahir kecuali di pegang oleh setan ketika ia dilahirkan, sehingga ia berteriak menangis karena pegangan setan, kecuali maryam dan anaknya.' "Hal ini juga disampaikan oleh Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Ad Darami, beliau berkata, " Tidak ada seorang anak yang lahir, kecuali ia menangis, setan memegang perutnya hingga ia menangis kecuali Isa putra maryam ".

Jumat, 29 April 2011

SYAIR HINDI (1)

Phool hun Gulaab ka
Chameli ka mat samjhna
Aashiq hun aapka
Apni Saheli ka mat samjhna..
Dur Humse Jaa Paoge Kaise,
Humko Bhool Paoge Kaise.
Hum Who Khushbu Jo Saanson Mein Utar Jaye,
Khud Apni Saanxon Ko Rok Paoge Kaise.. 
Terjemahan :

Saya adalah mawar
Jangan menganggap saya melati
Saya adalah kekasih anda
Jangan menganggap saya teman anda

Bagaimana anda akan tinggal jauh dari saya,
Bagaimana anda akan melupakan saya ?
Saya adalah wangi yang turun dari tiap hembusan napas anda
Bagaimana anda akan menghentikan diri dari bernapas ?

Berkah-Mu

"Tuhanku, resapkanlah keberkahan ruh-Mu kedalam setiap tulisan-tulisan hamba-Mu ini agar kelak bisa membawa manfaat..."